Program Peningkatan mutu pendidikan merupakan kegiatan yang menjadi isu utama mulai dari Pemerintah pusat sampai daerah. Kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang mutu bahkan dituangkan dalam Permendiknas No. 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Permendiknas ini mengatur tentang tanggung jawab dan peran stakeholder pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan.
Konsep Dasar Penjaminan Mutu Pendidikan
Sistem Penjaminan Mutu pendidikan atau Educational Quality Assurance And System (EQAS) adalah proses penjaminan mutu untuk mengidentifikasi aspek pencapaian dan prioritas peningkatan mutu, menyediakan data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan serta membantu membangun budaya peningkatan mutu berkelanjutan. Konsep ini sebetulnya bentuk adaptasi dari dunia industri dimana control kualitas menjadi hal yang penting sebelum produk dipasarkan dengan tujuan agar pelanggan merasa lebih puas dengan produk yang dihasilkan. Proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. (Siklus Penjaminan Mutu).
(Sumber; Harsyaf, 2008)
Quality Control = QC
· Memastikan bahwa outcome, layanan, atau proses yang diberikan memenuhi persyaratan tertentu.
· Pengujian outcome, layanan, atau proses pada tingkat mutu minimum tertentu.
· Mengidentifikasi outcome atau layanan yang tidak memenuhi standar mutu yang sudah ditetapkan.
Quality Assurance = QA
· Serangkaian proses yang saling terkait dan sistem untuk mengumpulkan, menganalisis dan membuat laporan data tentang kinerja dan mutu tenaga kependidikan, program dan lembaga pendidikan
· Mengidentifikasi hal-hal yang telah dicapai dan prioritas-prioritas peningkatan mutu; memberikan data untuk pengambilan keputusan berbasis data; dan membantu membangun budaya peningkatan mutu berkelanjutan .
· Mutu capaian pendidikan dalam SPMP akan dinilai berdasarkan SNP = BSNP
Quality Improvement = QI
· Strategi yang dirancang oleh satuan pendidikan untuk meningkatkan capain mutu
Capacity Building = CB
· Pengembangan sumberdaya manusia – pengetahuan, keterampilan, pemahaman, akses informasi, pelatihan/training
· Pengembangan organisasi – struktur, proses, prosedur, hubungan.
· Pengembangan kelembagaan – visi, misi, tujuan, kebijakan, regulasi, rencana
Konsep di atas setelah di adopsi menjadi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan diterjemahkan kedalam empat poin penting yang perlu dilakukan dalam penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan untuk pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, yaitu : (1) Pengkajian mutu pendidikan, (2) Analisis dan pelaporan mutu pendidikan, (3) Peningkatan mutu merujuk pada Standar Nasional Pendidikan, dan (4) Penumbuhan budaya peningkatan mutu berkelanjutan
0 komentar:
Posting Komentar